Korban Kecelakaan Tragis Odong-Odong Tertabrak Kereta Api Terjamin Jasa Raharja

80
Dengarkan Versi Suara

JAKARTA – Kecelakaan tragis terjadi. Tepatnya, Odong-Odong tertabrak Kereta Api di
Kragilan, Serang, Banten pada hari Selasa 26 Juli 2022. Akibat kecelakaan ini sejumlah
orang meninggal dunia dan lainnya luka-luka.

Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, mengatakan Jasa Raharja
akan menyerahkan santunan kepada seluruh korban yang terlibat dalam kecelakaan
tersebut. Baik santunan meninggal dunia yang akan diserahkan kepada ahli waris,
maupun santunan biaya perawatan/pengobatan yang akan ditransfer ke rumah sakit
dimana korban tersebut dirawat.

-IKLAN-

Santunan ini sebagai wujud manifestasi Negara Hadir melalui Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan alat angkutan umum dan kecelakaan lalu lintas jalan.

Dewi menyampaikan, dalam waktu singkat setelah data dan verifikasi serta kelengkapan
administrasi santunan korban lengkap, Jasa Raharja menyerahkan santunan sebesar
Rp50 juta melalui mekanisme transfer ke rekening ahli waris yang sah. Hal itu sesuai
dengan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 Tahun 2017.

“Kami menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga diberikan ketabahan menghadapi musibah ini. Kami menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang
telah membantu kelancaran proses penyelesaian santunan Jasa Raharja”, ungkapnya.

Direktur Operasional mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa tertib berlalu
lintas pada saat menggunakan kendaraannya. Terlebih bagi masyarakat yang
menggunakan angkutan umum untuk bijak dalam memilih moda angkutan yang resmi
dan berstandar keselamatan serta memastikan bahwa angkutan tersebut merupakan
angkutan umum yang telah berijin. Selanjutnya bagi pemilik kendaraan pribadi, Dewi
mengingatkan kembali agar senantiasa taat dalam membayar pajak kendaraan
bermotor di Kantor Bersama Samsat.

Sebagaimana diketahui, bahwa Jasa Raharja merupakan BUMN yang diberikan
amanah untuk memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat korban kecelakaan
lalu lintas melalui Undang-Undang No. 33 dan 34 Tahun 1964 tentang Dana
Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum dan Lalu Lintas Jalan. Adapun,
besaran santunan yang diberikan telah diatur berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan RI No.15 dan No.16 Tahun 2017. (rls)

Komentar Pembaca