Tim Dosen FHIL UHO Riset Restorasi Pasca Tambang Aspal di Buton

136
Dengarkan Versi Suara

KENDARI – Tim dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan riset atau penelitian restorasi pasca tambang aspal di Buton berjudul “Eksplorasi dan Screening Fungi Mikoriza Arbuskula dari Rizosfer Tumbuhan Suksesi Lahan Pascatambang Aspal di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara”.

Riset ini merupakan Penelitian Dasar Kompetitif Nasional tahun 2022, dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI yang diketuai 

Dr Faisal Danu Tuheteru, SHut MSi, sedangkan dua anggotanya yakni Prof Dr Ir Husna MP dan Albasri, SHut MHut. 

Penelitian eksplorasi menggunakan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan tumbuhan suksesi lahan pascatambang aspal telah dilaksanakan pada PT. Wika Bitumen di IUP Kabungka (site B, C, F dan Winto) dan IUP Lawele, pada 18-22 Juli 2022. 

-IKLAN-

Kepada media, Sabtu (30/7/2022), Faisal menjelaskan bahwa studi terkait restorasi lahan pascatambang aspal di dunia masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penilitian terkait teknik restorasi baik aktif dan pasif di lahan pascatambang aspal di pulau Buton perlu dilakukan.

“Hasil penelitian sementara, menunjukkan bahwa  ditemukan regenerasi alami di seluruh timbunan overburden (OB) baik di IUP Kabungka maupun di IUP Lawele, lahan reklamasi di site F Terdapat variasi jumlah jenis tumbuhan suksesi berdasarkan lokasi dan umur timbunan OB. Total jenis tumbuhan suksesi yang ditemukan sebanyak 79 jenis (tidak termasuk hutan),” ujarnya. 

Selain itu, lanjut Faisal, jenis yang dominan  diantaranya Jabon Merah (seluruh site) dan Kersen (IUP Kabungka) Jabon merah termasuk jenis potensial untuk reklamasi lahan pascatambang aspal di Pulau Buton.

“Harapan dari riset ini, pertama menambah khasanah ilmu pengetahuan terkait tumbuhan suksesi dan simbiosinya dengan fungi mikoriza pada lahan pascatambang aspal di pulau Buton. Kedua, mendukung program MBKM Kemendikbud Ristek RI. Ketiga, komitmen tim peneliti  dari Jurusan Kehutanan FHIL UHO dalam upaya pemulihan ekosistem hutan yang terdegradasi akibat kegiatan penambangan serta hasil riset menjadi dasar arahan kebijakan pemerintah dan perusahaan terkait implementasi kewajiban reklamasi lahan pascatambang,” terang Faisal. 

Dikesempatan bersama media, Faisal, mengucapkan terima kasih kepada Direksi dan staf PT Wika Bitumen atas izin penelitian dan pelayanan selama penelitian berlangsung.

Sementara, Manajer Kawasan Pabrik PT. WIKA Bitumen, Agung Purnomo menuturkan, pada prinsipnya pihaknya sebagai Perusahaan BUMN menerima dengan baik tim peneliti dari FHIL UHO untuk melakukan penelitian dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sesuai peraturan yang berlaku.

“Semoga penelitian ini dapat berkontribusi positif bagi perusahaan, peneliti dan tentunya untuk kemajuan bangsa dan negara,” terang Agung. (red/id)

Komentar Pembaca