CNGR dan Aneka Tambang Teken Kerjasama Pengembangan Bahan Baku Baterai EV

93
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM – CNGR Advanced Material Co., Ltd., yang merupakan produsen prekursor dan bahan daur ulang energi baru, bersama dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), melakukan penandatanganan perjanjian pendahuluan atau Heads of Agreement untuk kegiatan pembangunan serta pengembangan proyek kawasan industri bersama. Adapun dalam kemitraan ini, kedua belah pihak bakal mengadopsi teknologi mutakhir pembangunan lini produksi nikel, yang memiliki kapasitas total mencapai 80 ribu ton, yang akan digunakan sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

“Sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani, kedua pihak akan memanfaatkan keunggulan teknologi serta sumber daya dalam meningkatkan Cost Competitiveness, mengembangkan kawasan industri bersama dengan metode Oxygen-Enriched Sid-Blown Furnace atau OESBF dalam memproses bijih nikel laterit,” terang Chairman dan President CNGR Advanced Material, Deng Weiming ketika menghadiri acara penandatanganan tersebut.

-IKLAN-

Rencananya, lini produksi pertambangan dan peleburan tersebut akan mencapai total kapasitas tahunan sebesar 80 ribu ton nikel, dan bakal menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik. Dalam kegiatannya, proyek tersebut bakal menerapkan pemanfaatan energi hijau sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon.

CNGR Advanced Material sendiri merupakan perusahaan produsen ternary precursor besar, yang bahkan telah masuk dalam jajaran 500 rantai pasokan kelas atas dunia. CNGR Advanced Material diketahui memiliki keunggulan dalam hal Research & Development (R&D), manufaktur serta rekayasa konstruksi.

Di sisi lain, Aneka Tambang selama ini dikenal sebagai produsen sumber daya alam yang terintegrasi. Adapun kerjasama antara kedua perusahaan tersebut, diharapkan bakal mampu menciptakan pembangunan yang saling menguntungkan.

Deng Weiming juga mengatakan bahwa adanya kerjasama ini, diharapkan juga bisa memberikan referensi praktis yang baru akan pengembangan sumber daya nikel hijau secara berkelanjutan, pembangunan ekonomi dan sosial regional, serta mendorong adanya pertukaran ekonomi dan sosial antara Indonesia dan juga Cina. (red/Duniatambang)

Komentar Pembaca