Ketua IKA UNHAS Andi Amran Sulaiman Sebut ASR Putra Terbaik Bangsa

1,518
Dengarkan Versi Suara

Berjasa Membangun Jalan Penghubung Sepanjang 40 KM di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara

KENDARIEKSPRES.COM – Saat ini perindustrian Indonesia banyak berkembang di daerah pedesaan. Salah satunya adalah di Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara yang bergerak dibidang industri gula yaitu Pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) yang merupakan anak perusahaan PT Jhonlin Batu Mandiri (Jhonlin Group).

Keberadaan Pabrik gula PT Prima Alam Gemilang di Bombana ini dianggap memberikan dampak positif karena mengakibatkan terjadinya perubahan, khususnya dalam aspek perekonomian masyarakat. Keberadaan Pabrik Gula Wumbubangka ini dianggap memberikan peluang terciptanya lapangan pekerjaan di Sulawesi Tenggara.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian(Mentan) dalam kabinet kerja 2014 – 2019 Andi Amran Sulaiman di depan ribuan peserta Jalan Sehat Merdeka Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di pelataran Eks MTQ Kendari, Minggu 21 Agustus 2022.
Ketua IKA UNHAS itu mengungkapkan bahwa hadirnya pabrik gula di bombana merupakan mimpinya sejak 15 tahun lalu yang dibangun dari daerah untuk negeri.

Dia pun berjanji kepada Masyarakat Sulawesi Tenggara tidak akan pernah ada goncangan harga gula di Sulawesi Tenggara dan seluruh tenaga kerja di Pabrik Gula tersebut adalah 100 persen Putra Putri terbaik Sultra.

Lanjut Andi Amran menambahkan, hadirnya pabrik gula di bombana tidak lepas dari jasa besar Mayjen TNI (Purn) H Andi Sumangerukka yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Pangdam XIV Hasanuddin.

Kata pria kelahiran Kabupaten Bone, 27 April 1968 itu , Pangdam XIV Hasanuddin kala itu masih Mayjen TNI (Purn) H Andi Sumangerukka, telah membuka akses jalan penghubung sepanjang 40 km di Kabupaten Bombana menuju perkebunan dan pabrik.

-IKLAN-

“Pak Jenderal Andi Sumangerukka sangat berjasa waktu dia Pangdam Hasanuddin. Beliau membuka jalan sepanjang 40 KM di Bombana, inilah bentuk kolaborasi Putra-Putri terbaik bangsa,”katanya.

Ditempat yang sama, disela kegiatan Jalan sehat merdeka. Saat dikonfirmasi awak media, ASR sapaan akrab Mayjen TNI (Purn) H Andi Sumangerukka mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan komitmennya merealisasikan janji bhaktinya di Bumi Anoa Provinsi Sulawesi Tenggara. Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 di tabhun 2019 sehingga dapat memberikan kontribusi positif kepada pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di Bombana.

“ Iya Program TMMD kemarin, itu merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan di pedesaan, khususnya daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan dan daerah kumuh perkotaan,”katanya.

Sekedar diketahui,  Pabrik gula milik PT Prima Alam Gemilang (PAG) yang berlokasi di Desa Watuwatu, Lantari Jaya itu diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), Kamis (22/10/2020).

 kapasitas pengolahan tebu yang mampu dilakukan pabrik tersebut ialah sebanyak 8.000 TCD (ton cane per day) yang mampu ditingkatkan hingga 12 ribu TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.

Presiden RI, Jokowi menyebut bahwa investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi. Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.

Selain keberanian tersebut, satu hal yang perlu digarisbawahi ialah bahwa investasi tersebut nyatanya mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15 ribu tenaga kerja.

“Sehingga pendirian pabrik gula di Bombana ini sekali lagi patut kita hargai karena nanti mengurangi impor. Artinya bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita. Saya tanya masih minat investasi katanya tadi masih. Ini jangan halangi, saya harap tiga tahun lagi saya datang resmikan pabrik berikutnya dengan garapan lebih luas lagi” kata Presiden. (Red)

Komentar Pembaca