13 Kepala Desa Pesisir Melakukan Ikrar untuk Pengelolaan Perikanan Skala Kecil Berkelanjutan

105
Dengarkan Versi Suara

RUMBIA – Dinas Perikanan Kabupaten Bombana dan Rare melaksanakan kegiatan yang melibatkan 13 kepala desa pesisir di Kabupaten Bombana. Kegiatan ini berjudul Ikrar Kepala Desa untuk Menuju Perikanan Berkelanjutan dengan tema Sinergitas dan Kolaborasi dalam Pengelolaan Perikanan Skala Kecil Berkelanjutan di Kabupaten Bombana. Terdapat sebanyak 28 peserta hadir di Aula Gedung Auditorium Tanduale SETDA Kab. Bombana pada Senin,22 Agustus 2022.

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki landasan dalam mendukung penerapan perikanan berkelanjutan di Kabupaten Bombana. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun sinergitas dan kolaborasi dalam pengelolaan perikanan skala kecil antar pemangku kepentingan. Program PAAP (Pengelolaan Akses Area Perikanan) sebagai suatu pendekatan pengelolaan perikanan berkelanjutan yang saat ini diterapkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Bombana. Penerapan program ini diawali adanya inisiasi dari Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2018. Implementasi program PAAP langsung melibatkan masyarakat pesisir yang dilakukan secara partisipatif. Masyarakat pesisir dari 13 desa di Kabupaten Bombana memberikan dukungan nyata terhadap program dengan membentuk kelompok PAAP.

-IKLAN-

Dua (2) kelompok PAAP yang sudah terbentuk dengan dukungan kepala desa telah menyusun dasar peraturan perikanan untuk mendukung penerapan program PAAP di perairan Kabupaten Bombana. Keberadaan dukungan dan semangat para kepala desa untuk menghadapai tantangan perikanan ini dikuatkan dengan pelaksanaan kegiatan ikrar kepala desa pesisir. Tidak hanya sebagai komitmen bersama, tetapi ikrar ini juga sebagai wujud dari aksi tingkat lokal dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan nomor 14. Yang menarik, ikrar ini dipimpin oleh Kepala Desa Perempuan dari Desa Masaloka Selatan di Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Drs. Man Arfa., M. Si selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana. Adapun beberapa peserta lainnya yang turut terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa instansi terkait, perwakilan kelompok nelayan, jurnalis dan camat. Dalam pidatonya Bapak Drs. Man Arfa., M. Si menyampaikan bahwa perlunya kerjasama antar aparat desa dalam mengelola sumber daya pesisir di Kabupaten Bombana pada khususnya. Beliau juga menghimbau bahwa ke-13 kepala desa yang hadir untuk dapat terus berkoordinasi satu dengan lainnya agar masyarakat pesisir di Kecamatan Mataoleo, Kepulauan Masaloka Raya dan Kabaena Barat dapat memanfaatkan sumber daya pesisir tanpa khawatir sumber daya tersebut akan habis dikarenakan ekosistemnya rusak.

Agenda lainnya dalam pertemuan ini adalah talkshow yang mengangkat tentang isu perikanan di perairan Kabupaten Bombana. Pelaksanaan talkshow ini melibatkan perwakilan kelompok PAAP yang juga masyarakat pesisir yang memanfaatkan sumber daya ikan di perairan Kabupaten Bombana. Bapak Hasanuddin., S. Pd memiliki keprihatinan terhadap kondisi perikanan di wilayah perairan Masaloka dan Mataoleo. Menurutnya, hasil tangkapan nelayan sudah menurun dan jarak tangkapan yang juga semakin jauh. Dalam diskusi juga disampaikan oleh Bapak Hasanuddin., S.Pd “penurunan hasil tangkapan karena adanya nelayan yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan laut. Alat yang digunakan seperti trawl dan bahan peledak merusak terumbu karang yang menjadi rumah untuk ikan-ikan karang”. Kemudian Bapak Sukardin turut menambahkan “kurangnya pengawasan juga menjadi isu dalam menghadapi nelayan luar yang masuk dengan alat tangkap moderen dan tidak ramah lingkungan”

Kemudian, Bapak Hasanuddin., S.Pd menyampaikan keberadaan program PAAP ini sangat membantu masyarakat yang secara teknis langsung membimbing untuk apa yang harus dilakukan dan apa yang dicegah dan juga secara moril ada yang memperhatikan kami masyarakat pesisir. Selain itu, Bapak Sukardin memberikan pernyataan juga bahwa program PAAP ini menyatukan masyarakat dan mendorong komitmen para kepala desa untuk bahu membahu dalam pengelolaan kawasan PAAP dari 0-2 mil laut.

Informasi yang muncul dari perwakilan nelayan dan kelompok PAAP, senada dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Sarif, S.H selaku Kadis Perikanan Bombana. Dalam pidatonya ditegaskan perikanan di Kabupaten Bombana adalah potensi daerah yang perlu dijaga bersama-sama. Beliau juga mengapresiasi Program PAAP yang telah dijalankan sejak tahun 2019 di Kabupaten Bombana dan Dinas Perikanan Kabupaten Bombana siap untuk terus membina dan membimbing masyarakat agar dapat terus memanfaatkan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. (red)

Komentar Pembaca