Pemuda Asal Mubar Bangun Taman Baca untuk Anak-Anak

57
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM, MUNA BARAT – Abdul Wahid, seorang pemuda asal Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) mendirikan sebuah taman baca untuk anak-anak, bertempat di rumah pribadinya sendiri.

Abdul Wahid menamai taman baca itu Pustaka Barakati. Ia merintisnya pada 2019 – 2020.

Saat dikonfirmasi, Abdul Wahid mengaku kali pertama menyosialisasikan taman baca itu dengan cara membuka lapak baca dan berkeliling sambil melihat suatu taman/ wisata yang ramai dikunjungi oleh masyarakat, terutama anak-anak.

Ia melakukan itu untuk mengedukasi para generasi muda untuk meningkatkan minat baca guna memperluas wawasan anak-anak di wilayah Kabupaten Muna Barat.

“Awalnya kami buka lapak baca keliling di rest area Kali Tiworo hingga puluhan kali, di Lapangan Lawada, di Lapangan Marobea” ujar Wahid, Jumat (26/8/2022)

Seiring waktu berjalan, lanjut Wahid, pada 2021-2022 dirinya bersama dua rekannya Abu Bakar dan Syahril kini sudah tidak lagi menggelar lapak baca keliling. Mereka kini sisa menerima pengunjung saja yang ingin membaca buku.

-IKLAN-

Wahid memperkirakan, jumlah pengunjung minat baca sejak awal ia rintis itu mencapai ratusan orang, yang didominasi oleh anak-anak.

Abdul Wahid sebenarnya merasa sungkan mempublikasikan rentetan aktivitas literasi di taman baca yang ia dirikan, akan tetapi publikasi merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban kepada para donatur buku, bahwa benar buku-buku yang disumbangkan tepat sasaran atau dipergunakan sebaik-baiknya.

Wahid juga membeberkan, Pustaka Barakati sendiri saat ini sudah tergabung dalam Jaringan Pustaka Bergerak Indonesia, dan Komunitas 1001 Buku sehingga beberapa kali puluhan buku berdatangan dari dua jaringan komunitas tersebut.

“Dari beberapa pihak lain pun kami sudah banyak menerima donasi buku. Totalnya ada sampai ratusan sumbangan buku yang kami terima,” katanya.

Hal itu ia lakukan, kata dia, agar anak-anak gemar datang membaca buku. Bahkan ia juga mengizinkan anak-anak meminjam buku untuk dibawa pulang dan dibaca di rumah masing-masing.

Menariknya, untuk menarik minat baca pada anak-anak, terkadang Wahid memberi hadiah buah jambu kristal dan jambu madu kepada anak-anak yang rajin membaca.

Menurutnya, dengan rajin membaca buku maka dapat memperluas wawasan anak-anak sejak dini. Ia pun berharap dukungan dari pemerintah daerah agar taman baca yang ia dirikan itu bisa memiliki gedung tersendiri.

“Kalau tentang harapan, kami kapok berharap banyak kepada pemerintah. Tapi kalau seandainya ingin mendukung, kami harap ada kebijakan yang pro terhadap pengembangan budaya literasi di masyarakat Mubar. Sebab, jika literasi masyarakatnya kuat, yakin dan percaya maka daerah tersebut terancam maju,” harapnya.

Perlu diketahui, Komunitas 1001 Buku dan Pustaka Bergerak Indonesia merupakan 2 jaringan komunitas literasi yang menghimpun seluruh pegiat literasi yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Mereka rutin mengirim bantuan buku kepada anggotanya. (bds/detik)

Komentar Pembaca