Sinergisitas KKSS, HKTI, dan Fakultas Pertanian UHO Tingkatkan Produksi dan Kesejahteraan Petani di Sultra

151
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM – Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo (UHO) dan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menandatangani nota kesepahaman kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) perihal  keberlangsungan dan Pengembangan Potensi Pertanian di Sulawesi Tenggara.

Penandatanganaan MoU ditandatangani langsung oleh kedua pihak, yaitu Ketua BPW KKSS Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dengan Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof Dr Ir R Masuki Iswandi, M.Si. MoU ini berisi tentang kesepahaman bersama tentang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua BPW KKSS Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mengatakan bahwa MoU yang dilakukan hari merupakan tindak lanjut dari  MoU sebelumnya antara BPW KKSS Sultra dengan pihak Rektorat Universitas UHO pada 30 Mei 2022 kemarin, berupa Memorandum of Agreement (MoA) operasional penelitian, pemberdayaan, dan pengabdian kepada  masyarakat, di Aula Fakultas Petanian UHO, Rabu (31/8/2022)

Ketua HKTI Sultra tersebut menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)  yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

Program tersebut sejalan dengan visi KKSS Sultra  yakni memberdayakan mahasiswa dan masyarakat untuk menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja nantinya.  

ASR sapaan akrab Andi Sumangerukka, mengatakan hari ini mahasiswa Fakultas pertanian UHO melakukan kegiatan praktik lapangan di lahan terintegrasi di Desa Lalembuu Kecamatan Konda. Di lahan tersebut para mahasiswa melakukan pembenihan  untuk lahan 100 Hektare.

“Setelah pembenihan itu berhasil maka kita akan mencetak lahan 100 Hektare yang telah disiapkan di Kecamatan Konda,” ucapnya.

Kemudian KKSS dan HKTI  melakukan pendampingan kepada petani untuk meningkatkan hasil produksinya, yang sebelumnya lahan 2 hektare hanya menghasilkan 2 ton. Namun dengan program tersebut nantinya lahan 2 hektare tersebut dapat menghasilkan 4 ton padi.

“Ini sedang lakukan percontohan ini, kalau percontohan ini berhasil maka kita akan mencetak 1 hektare benih untuk 500 hektare. Hari ini kita lakukan KSP dengan Fakultas Pertanian UHO, yang tujuannya sejalan dengan program Kementerian yakni program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini disinergikan antara program KKSS, HKTI, dengan Universitas UHO,” ucapnya.

-IKLAN-

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof Dr Ir R Marsuki Iswandi, M.Si mengatakan Fakultas Pertanian UHO  menyanggupi kebijakan kementerian sejak 2 tahun ini.

Kementerian mencanangkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sehingga dimungkinkan mahasiswa itu belajar diluar program studinya 3 semester sehingga membuka kerjasama seluas-luasnya dengan pihak luar.

Marsuki Iswandi, mengungkapkan MoU ini nantinya memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika di lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya. 

Selain itu, mahasiswa juga `diberikan kesempatan memilih media dalam pembelajaran diluar kampus, seperti kegiatan kewirausahaan, pengabdian kemasyarakat, proyek penelitian, proyek kemanusiaan, dan lain sebagainya sehingga masyarakat bisa memperoleh manfaat dari program ini, khususnya masyarakat petani.

“Kami juga melihat program-program kerja KKSS yang nampaknya  bacaan saya lebih dekat dengan Program-program pertanian dalam arti luas. Karena itu dikatikan dengan sumber daya dominan di Sulawesi Tenggara. Ini sejalan dengan visi kita pengembangan wilayah pedesaan, pesisir dan pulau-pulau kecil, sehingga nantinya dengan MoU ini Dosen bisa mengaktualisasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakatnya dan mahasiswa memperoleh program yang dikerjasamakan dengan KKSS Sultra,”terangnya.

Kata dia,  hasil dari penelitian dan kajian dosen  nantinya bisa dikerjasamakan dengan KKSS Sultra dan pengabdian kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan hari ini pembenihan lahan terintegrasi dan pengendalian hama tikus di Desa Lalembuu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.

Dalam program ini, KKSS juga melakukan pemberdayaan dan pembangunan pertanian secara umum. Dalam programnya, KKSS langsung aksi ke lapangan dalam pengembangan produksi pertanian  yang nantinya dikerjasamai dengan Fakultas Pertanian.

“Fakultas Pertanian yang mempunyai SDM, Ilmu dan, sedangkan KKSS mempunyai sumber pendanaan teknologi, ide, dan cita-cita pembangunan pertanian dalam arti luas,” ucap Marsuki.  

Marsuki menambahkan, dari program ini nantinya petani bisa menggenjot produktivitasnya dan KKSS bisa memfasilitasi pemasaran hasil pertanian dengan membentuk Koperasi Petani sehingga ke depan, produk pertanian bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional.

Dia berharap ide dan gagasan dosen pertanian bisa tersalurkan melalui KKSS, misalnya dari penentuan lokasi dan pendanaan,

“Karena pendanaan dari penelitian itu tidak cukup terbatas dari kementerian. Sehingga dengan MoU ini Dosen mendapatkan sumber pendanaan lain untuk penelitian. Penelitiannya untuk meningkatkan prokduktivitas petani , mensejahterakan masyarakat juga dan pembangunan nasional,” pungkasnya. (red)

Komentar Pembaca