Hadiri Pengukuhan Pengurus IPSI Muna Barat, Ini Pesan Pj Bupati

69
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM – Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat Dr Bahri menghadiri pengukuhan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) masa bakti 2022-2026 yang dirangkaikan dengan seleksi porprov cabang olahraga pencak silat.

Proses pengukuhan itu dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah, Kepala Dispora Mubar, Sekretaris Umum IPSI Sultra, dan Ketua IPSI pengurus kabupaten yang berlangsung di Gedung Aula Kantor Bupati Muna Barat, Jumat (23/09/2022)

Dalam sambutannya, Bahri mengatakan, potensi olahraga pencak silat di wilayah Muna Barat hal yang luar biasa karena didukung dan dilatarbelakangi oleh jejak sejarah.

Bahri menyebut, di wilayah Muna Barat terdapat lima perguruan pencak silat yang tergabung dalam IPSI dan semua akan mengikuti seleksi porprov ke-9 yang akan berlangsung pada 26 November hingga 3 Desember 2022 di Kabupaten Buton dan Kota Baubau.

“Ini menjadi perhatian saya khususnya pada bidang karate di wilayah Muna Barat dan secara budaya juga ada pencak silat suku Bajo yang dinamakan manca di mana setiap ada penyambutan selalu ditampilkan. Ini luar biasa bahwa kita memiliki keanekaragaman dari para leluhur yang perlu kita jaga di wilayah kita ini,” ujarnya.

Berbicara tentang pembinaan, Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri ini menyebut pihaknya berpedoman pada UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Ia menjelaskan di dalam Pasal 12 Ayat, pemerintah daerah memiliki kewajiban menetapkan dan melaksanakan kebijakan pembinaan olahraga sebagaimana diselaraskan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Tugas kita adalah melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan keolahragaan berdasarkan kebijakan yang ada dan kebijakan nasional,” jelasnya

-IKLAN-

Selain itu, lanjut Bahri, di Pasal 13 wewenang pemerintah daerah adalah melaksanakan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) ditetapkan oleh pemerintah pusat yang memiliki tujuan meningkatkan budaya olahraga di masyarakat, meningkatkan produktivitas, kapasitas, sinergitas olahraga prestasi nasional dan memajukan perekonomian nasional berbasis olahraga.

“Pencak silat bagian dari budaya kita, maka pemerintah daerah juga diwajibkan mengelola paling sedikit satu cabang olahraga unggulan berdasarkan DBON berdasarkan potensi, prestasi, yang membudaya yakni pencak silat,” ungkapnya.

Agar wilayah daratan Muna barat lebih dikenal, Bahri juga menginginkan pemerintah daerah tidak hanya mengelola satu cabang olahraga saja, namun minimal dua cabang yakni olahraga dayung.

Untuk meningkatkan potensi dan kemampuan para olahragawan, pihaknya berjanji berdasarkan DBON akan menetapkan dan mengintegrasikan di dalam dokumen perencanaan sehingga dalam melaksanakan perintah UU maka ia akan menetapkan bahwa olahraga yang diprioritaskan akan mendapatkan pengalokasian anggaran yang penuh.

“Karena ini wajib maka kita alokasikan pendanaannya dari APBD dari dua cabang olahraga yaitu pencak silat dan dayung,” lanjutnya.

Untuk itu, Bahri mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus IPSI Muna Barat. Baik atas nama pribadi maupun pemerintah daerah telah mengapresiasi langkah yang dilakukan saat ini.

“Bagi yang meraih prestasi maka saya akan menyiapkan penghargaan, reward bagi pemenang,” ucapnya.

Ketua IPSI Pemprov Sultra melalui Sekretaris ndi Adi Aksa menyampaikan sesuai dengan visi, IPSI Sultra memiliki tugas yang berat. Pasalnya, prestasi olahraga di Sultra dalam 7 tahun terakhir mengalami penurunan drastis dan merosot tanpa terkendali.

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh hampir tidak adanya event dan gelanggang yang dibuka baik di tingkat perguruan kabupaten/kota, apalagi di tingkat propinsi Sulawesi Tenggara sehingga pihaknya harus puas satu medali perunggu di PON Papua sebelumnya.

Sehingga ia menyebut visi IPSI adalah bersinergi, berprestasi dan berbudaya. Artinya IPSI harus dibangun dengan sinergi baik dengan pemerintah, KONI, pelatih, wasit, perguruan dan seluruh insan silat yang ada di masing-masing perguruan.

“Jadi kami berharap agar didukung dan ikut partisipasi demi masa depan dan prestasi olahraga pencak silat di wilayah Sulawesi tenggara,” tutupnya. (bds/detik)

Komentar Pembaca