ASR: Saya Dibesarkan di Alam Sulawesi Tenggara

262
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM –  Bagi Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Sulawesi Tenggara (Sultra) adalah kampung halamannya. Masa kecilnya dihabiskan di kawasan pesisir Bumi Anoa. Hal itulah yang membuat pria ramah ini menyatu dengan warga lokal termasuk alam Sultra.

Melansir dari Harian Kendari Pos. Jejak Andi Sumangerukka dimulai tahun 1970. Bersama ibu dan saudaranya, ia diboyong sang ayah pindah ke Kendari. Mereka pun menetap di kawasan Kota Lama Kendari.

“Sebenarnya, sejak 1965 orang tua saya sudah tinggal di Sultra. Kebetulan bapak saya mendapat tugas sebagai camat di Konawe Kepulauan (Konkep). Kalau dulunya, camat Wawonii. Namun kami baru dibawa ke Kendari tahun1970,” katanya mengenang cerita masa kecilnya.

Saat pindah di Kendari, Andi Sumangerukka masih berusia enam tahun. Sejak saat itulah, dirinya bergaul dan mengenal masyarakat setempat. Di Kendari pula, ia mengenyam dan menamatkan pendidikan dasarnya di SD Teladan Kendari tahun 1974.

-IKLAN-

“Saya dibesarkan oleh alam Sultra. Saya kecil di kawasan Kota Lama. Saya senang dengan laut. Karena depan rumah saya itu laut. Setiap pagi kalau tidak ada kegiatan saya berenang di tepi pantai,” kata Andi Sumangerukka.

Kenangan Teluk Kendari di masa lampau masih terngiang dibenak. Dari situlah, Andi Sumangerukka terinspirasi untuk mengembalikan keindahan Teluk Kendari. Warna laut Teluk Kendari yang berwarna biru ingin dihadirkan kembali. Tidak hanya itu, viewnya (pemandangan) akan ditata sehingga lebih menarik.

“Saat ini kan konsep pembangunannya hanya fokus di darat. Dampaknya, sampah dibuang ke laut yang membuat kondisi laut kurang bagus. Nah, konsep ini harus kita rubah. Viewnya harus dilaut sehingga laut bisa lebih terjaga,” katanya.

Mantan Kabinda Sultra ini berkomitmen terhadap pelestarian alam khususnya laut di Sultra. Dirinya bakal memberdayakan masyarakat sekitar untuk menata kawasan pesisir, menata laut Sultra. 

“Nanti masyarakat kita ajak untuk budidaya di laut. Kalau ada budidayanya di situ, dia tidak akan sampai hati mengotori karena mereka tahu hasilnya pasti kurang bagus,” imbuhnya.

Untuk menjaga kelestarian Teluk Kendari, perlu dibuat waduk di bagian hulu sungai. Dengan begitu, endapan lumpur yang terbawa aliran sungai tak mengalir ke teluk. Langkah ini bisa mencegah pendangkalan dan kualitas air di Teluk Kendari. (Red/KP)

Komentar Pembaca