AS – Saudi Memanas, Pangeran Ancam Amerika dengan Jihad dan Syahid

71
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM, – Pangeran Arab Saudi Saud al-Shaalan, yang merupakan sepupu Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, mengancam akan melakukan tindak kekerasan terhadap Amerika Serikat. Ancaman ini diungkapkan di tengah memburuknya hubungan Arab Saudi dan AS atas keputusan OPEC+ memangkas produksi minyak.

Dalam sebuah video yang beredar, Pangeran Saud al-Shaalan mengatakan, “Siapa pun yang menantang keberadaan kerajaan ini, adalah proyek jihad dan syahid.” Saud al-Shaalan terdengar mengeluarkan peringatan dalam bahasa Inggris dan Prancis.

Menurut advokat HAM Arab Saudi Abdullah Alaoudh, Saud al-Shaalan merupakan pemimpin suku dan cucu Raja Abdulaziz, yakni pendiri Arab Saudi. Ancaman terhadap Barat datang ketika hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi mencapai titik nadir. Akibat kenaikan harga energi setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari lalu, Washington melobi anggota kartel minyak OPEC+, terutama Arab Saudi untuk meningkatkan produksi.

-IKLAN-

Pada Juli 2022, Presiden AS Joe Biden mengunjungi Arab Saudi. Sebelumnya dia telah berjanji mengubah Arab Saudi menjadi paria setelah pembunuhan Jamal Khashoggi pada 2018. Dia yakin bahwa Arab Saudi akan meningkatkan produksi.

Sebaliknya, Arab Saudi mendukung keputsan OPEC+ yang memangkas produksi minyak. Keputusan ini membuat Amerika Serikat murka.  Washington bereaksi keras dan menuduh Arab Saudi membantu Rusia untuk meringankan tekanan sanksi atas perang Ukraina.

Alaoudh, yang termasuk dalam kelompok Demokrasi di Arab World Now yang dibentuk oleh Khashoggi, mengatakan di Twitter bahwa video Saud al-Shaalan menunjukkan ancamannya terhadap Barat dengan jihad dan kesyahidan. “Ini adalah pernyatan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan negara,” cuitnya.

Dalam pernyataannya Minggu, 16 Oktober 2022, juru bicara Gedung Putih menyatakan Presiden AS Joe Biden akan bertindak metodis dalam menghadapi Arab Saudi yang memangkas produksi minyaknya. Biden juga tak mau bertemu putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman di KTT G20 di Bali.

Menurut penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan, Biden akan mengevaluasi kembali hubungan AS-Arab Saudi. “Jadi Presiden Biden tidak akan bertindak tergesa-gesa. Dia akan bertindak secara metodis, strategis dan dia akan meluangkan waktu untuk berkonsultasi dengan anggota kedua partai,” kata Sullivan. (Sumber: tempo)

Komentar Pembaca