Ini Wajah Aipda Haerul, Polisi yang Corat-Coret Dinding Polres Luwu

304
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM, – Sosok polisi yang mencorat-coret Polres Luwu Sulawesi Selatan dengan tulisan ‘Sarang Pungli’ adalah Aipda Haerul.

Motif anggota Polres Luwu itu mengaku kesal karena dimintai uang saaat membuat Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kekesalan tersebut disampaikan saat disambangi Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Nana Sudjana.

Irjen Pol Nana Sudjana menemui Aipda Haerul yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Makassar, Senin, 17 Oktober 2022 malam.

Dalam pertemuan itu, Aipda Haerul menyebut alasannya.

Kepada Irjen Pol Nana Sudjana, Aipda Haerul mengaku kesal karena disuruh membayar uang Rp200 ribu, saat mengurus pembuatan SIM.

“Kenapa dua hari setelah itu, saya mengurus SIM, tetap disuruh bayar Rp 200 ribu. Akhirnya saya mencoret-coret,” katanya.

Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, dirinya telah bertemu dengan anggota Polres Luwu Aipda Haeluk.

“Tadi kami sudah bertemu dengan dokter dan psikiater yang tangani dan saya juga membesuk Aipda HR melihat kondisinya,” ujarnya.

Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, insiden pencoretan dinding di Unit Lalu Lintas dan Satuan Reskrim Polres Luwu dengan tulisan “sarang pungli serta sarang korupsi” itu, membuat heboh satu kantor dan media sosial.

Dia mengaku jika dirinya telah mendapatkan laporan dari Kapolres bahwa Aipda HR mengalami gangguan kejiwaan selama setahun belakangan tersebut.

“Berdasarkan penelusuran rekam jejaknya, memang ini beberapa kali sering teriak-teriak gitu. Saat apel dan saat dalam masjid, kadang suka teriak-teriak seperti ada gangguan kejiwaan,” katanya.

Menurutnya, Aipda Haerul sekilas tampak tak seperti orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan.

Bahkan ketika bertemu langsung dan berbincang dengan Aipda Haerul, Irjen Nana mengaku tidak melihat tanda-tanda sebagai orang depresi.

Namun jika melihat riwayat medis, Aipda Haerul kerap berobat terkait dengan gangguan kejiwaan tersebut. Pihak RSKD Dadi juga masih terus melakukan observasi dan melihat perkembangannya.

-IKLAN-

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana menambahkan, Aipda HR telah dirawat dengan baik oleh tim dokter dan akan terus memantau perkembangan dari hasil observasi tersebut.

“Belum ada hasil observasi karena menurut dokter, butuh waktu untuk melihat hasil observasi. Tidak seperti dengan penyakit medis lainnya,” ujarnya pula.

Masih di tempat yang sama, Spesialis kedokteran Jiwa, dr Erwiyani Sutono, mengatakan, pihaknya belum bisa mendiagnosa kondisi Haerul.

Pihaknya butuh waktu sekitar 14 hari untuk menentukan diagnosa seorang pasien. Serta butuhkan campur tangan dari ahli lainnya.

“Observasi biasanya memerlukan waktu 14 hari. Pemeriksaan kesehatan akan melibatkan teman sejawat seperti psikiater, psikolog, dan beberapa ilmu lain dan bagaimana kondisi medis yang terperiksa,” ujarnya. 

Instruksi Kapolri

Dinding markas Polres (Mapolres) Luwu dicorat-coret orang tak bertanggung jawab.

Salah satu coretan di dinding Polres Luwu Sulawesi Selatan bertuliskan ‘Sarang Pungli’.

Coretan bertuliskan ‘Sarang Pubgli’ tersebut langsung ditanggapi serius oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Dengan tegas Kapolri Listyo Sigit menginstruksikan Kadiv Propam Polri dan jajarannya untuk mengusut pelaku coretan ‘Sarang Pungli’ di dinding salah satu gedung di Mapolres Luwu.

“Ada masukan dari personel Polri dan masyarakat akan hal tersebut. Oleh sebab itu, saya sudah instruksikan kepada Kadiv Propam dan jajarannya untuk mendalami munculnya tulisan tersebut,” katanya, Senin, 17 Oktober 2022.

Tidak hanya Kadiv Propam Irjen Pol Syahar Diantono, Kapolri juga memerintahkan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Nana Sudjana untuk melakukan langkah serupa.

Kapolri ingin mengetahui sebab musabab kemunculan tulisan ‘Sarang Pungli’ di dinding salah satu gedung Mapolres Luwu.

“Kapolda juga sudah saya minta untuk bergerak langsung mengusut hal tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, tulisan ‘Sarang Pungli’ muncul di dinding Gedung Polres Luwu, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/10) yang ternyata diketahui coretan itu ditulis oleh anggota polisi berinisial Aipda HR.

Terkait coretannya, Aipda HR mengaku siap membuktikan tulisan ‘Sarang Pungli’ tersebut. 

Sementara itu, Polres Luwu mengatakan bahwa orang yang melakukan coretan dinding tersebut mengalami gangguan mental. (Fin)

Komentar Pembaca