Tanggapi Keluhan Petani, DPD HKTI Sultra Segera Bentuk PAC HKTI di Konkep

125
Dengarkan Versi Suara

KONAWE KEPULAUAN, – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar konsolidasi dan monitoring yang digelar selama 2 hari, pada tanggal 13 sampai 14 Oktober 2022 di salahsatu Warkop di Wawonii.

Kepada awak media, Sabtu (14/10/2022),Ketua Infokom DPD HKTI Sulawesi Tenggara Prof. Dr. Aris Badara, M.Hum., menjelaskan dalam kunjungannya di Konawe Kepulauan yakni mendampingi Ketua OKK HKTI Sultra, Prof. Dr. Ir. Azhar Bafadal, M.Si, untuk melakukan konsolidasi organisasi dan memastikan langkah apa yang akan dilakukan DPD HKTI Sultra untuk menjawab keluhan dari petani di Konawe Kepulauan.

Lanjut Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra itu mengatakan, disela-sela kunjungannya, petani mengeluhkan mahal dan sulitnya mendapatkan pupuk yang baik, terlebih banyaknya produk pertanian namun belum adanya pasar yang jelas untuk mendistribusikan hasil pertanian para petani.

Menurut Aris Badara, sistem pertanian yang sudah diterapkan oleh petani selama ini masih dinilai kurang baik dan benar. “Kebanyakan petani dalam menerapkan system pertanian tidak berdasarkan petunjuk dan informasi yang salah,” katanya.

Olehnya itu Arif Badara merasa pentingnya segera membentuk PAC HKTI di tingkat kecamatan guna membentuk perilaku dan menambah wawasan petani perihal bagaimana bertani yang baik dan benar.

-IKLAN-

“Pertemuan hari ini adalah bagian dari konsolidasi dan monitoring awal kepengurusan DPC HKTI Konawe Kepulauan. Juga menindaklanjuti program dari DPD,” ungkap Aris.

Dalam pertemuan itu, berbagai sumbang saran pemikiran dari Ketua DPD HKTI Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka disampaikan Aris Badara kepada kelompak tani di Konawe Kepulauan untuk keberlangsungan DPC HKTI Konawe Kepulauan dalam mengambil peran nyata memenuhi kebutuhan pangan di Konawe Kepulauan bahkan dengan jangkauan lebih luas.

“DPD akan menyusun kurikulum sekolah lapang HKTI dan mengimplementasikan di Konawe Kepulauan dengan melibatkan pakar pertanian yang ada di DPD,” ucapnya.

Direktur Be-ASR itu bilang, setelah terbentuknya PAC di Konawe Kepulauan, DPD akan melaksanakan kegiatan, diantaranya sekolah lapang, jalan santai, temu petani dan pemberian seragam sekolah untuk anak-anak petani.

Selain itu, DPD akan mendorong DPC untuk menyukseskan program sertifikat (PTSL) dan diprioritaskan untuk daerah yang terisolir. Kemudian, kata dia, nantinya akan digagas MoU dengan Fakultas Pertanian tentang pelaksanaan KKN tematik bagi mahasiswa dan Dosen, guna memberikan solusi persoalan yang dihadapu petani di Konawe Kepulauan dan meningkatkan potensi sosial dan perikanan yang ada dengan Masyarakat Bajo di Konawe Kepulauan.

Sementara, petani yang hadir pada kesempatan itu, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran DPD HKTI di Konawe Kepulauan.

“Ini akan menjadi tambahan semangat tersendiri bagi masyarakat dan berharap dengan hadirnya HKTI di Konawe Kepulauan akan ada solusi tepat untuk permasalahan yang sedang dihadapi oleh para petani di Konawe Kepulauan,” ucap perwakilan petani. (Red)

Komentar Pembaca