Berantas ‘Setoran ke Atasan’, Kapolri: Kalau Masih Ada, Langsung Saya Copot!

155
Dengarkan Versi Suara

JAKARTA, – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dengan tegas meminta kepada para anggotanya menghilangkan hal-hal yang membuat bawahan memiliki alasan melakukan pungli.

“Karena alasannya untuk setoran ke atasan. Ini tolong ditiadakan, saya kira pak AS SDM sudah melakukan, gak ada yang namanya mau masuk sekolah, bayar. Mau dapat jabatan, bayar. Ini sudah saya cek, di Mabes tidak ada seperti itu,” tegas Listyo Sigit di hadapan anggotanya, dikutip Fajar.co.id dari unggahan akun instagram @divisihumaspolri pada Senin (24/10/2022).

Listyo Sigit menambahkan, jika ada yang mengatasnamakan dirinya untuk mendapatkan jabatan, dia minta untuk segera diamankan.

“Termasuk juga kalau ada yang bawa-bawa nama saya, tolong tangkap, laporkan. Jadi kita sepakat, di Mabes tidak ada yang seperti itu,” lanjutnya.

-IKLAN-

Orang nomor satu di Kepolisian Indonesia itu meminta kepada Polda sampai ke bawah, untuk tetap satu komando. Satu arahan dan tidak ada yang bertindak di luar perintah.

“Tolong, di Polda, Polres, lakukan hal yang sama. Tidak ada, untuk menempatkan jabatan harus pake bayar. Tidak ada seseorang untuk sekolah harus bayar,” tambahnya.

Pria kelahiran Ambon, Maluku itu meminta untuk memberikan penilaian yang obyektif terkait dengan prestasi para anggota. “Kita juga dari Mabes akan melihat hal yang sama,” lanjutnya.

“Hilangkan hal-hal seperti itu. Jadi kalau saya dengar, misalkan rekan-rekan. Mungkin karena langsung tidak bisa, terus lewat orang, kemudian bayar, saya coret. Saya batalkan, karena ini terkait dengan komitmen kita kedepan untuk bisa menjadi lebih baik,” sambung dia.

Kapolri menekankan, jika masih ada yang nakal. Melanggar ketetapan yang telah ditekankan, maka akan menghadapi konsekuensi.

Kalau masih ada, langsung saya turunkan Propam, langsung saya copot. Tolong ini menjadi perhatian,” pungkasnya.(fajar)

Komentar Pembaca