Perempuan Berpistol Nekat Terobos Istana Presiden, Netizen: Hati-hati Pengalihan Isu!

68
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM, – Perempuan bercadar nekat seorang diri berusaha merangsek masuk Istana Kepresidenan dengan membawa senjata api menghebohkan publik, tak terkecuali warga jagat maya.

Video detik-detik perempuan berusia 25 tahun dengan busana gamis dan cadar berwarna hitam serta jilbab biru diringkus pihak kepolisian.

Di tangannya didapati bukti senjata api. Sementara dari dalam tasnya ditemukan HP, kitab suci, korek api, dompet warna pink dan lotion.

Warganet kemudian mencurigai aksi nekat perempuan berpistol menerobos barigade istana Jokowi tersebut adalah pengalihan isu belaka.

Kata kunci ‘Pengalihan’ pun menjadi trending topik di media sosial Twitter tanah air. Hingga kini, telah lebih dari 2.000 cuitan warganet menyebut demikian.

“Setiap ada kasus yang rame. Selalu aja muncul berita seperti ini. Seperti ada pengalihan isu. Teroris dimunculkan lagi. Berita radikal dan radikul mulai digoreng,” celoteh @Yuli***.

-IKLAN-

“Hati-hati pengalihan isu ijazah palsu. Hari gini kok masih ada yang nekat mau terobos masuk istana??? Demo besar-besaran aja susah terobos, apalagi perorangan. Ambyarrrrrr,” timpal @Andi***.

“Wkwk… Pengalihan isu demi hasrat duniawi dan nutup kebobrokan,” sahut @jack***.

“Kalau ga artis ketangkap narkoba, ya gorengan radikalis begini, apa nda ada narasi lain buat pengalihan,” sambung @cinnamon***.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.00 WIB tepatnya di pintu masuk Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara. Meski begitu, belum ada identitas secara detail terkait wanita tersebut.

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan peristiwa tersebut bisa diatasi berkat kesigapan Paspampres.

Ngabalin menegaskan jumlah personil keamanan tidak akan ditambah karena adanya aksi teror itu.

Terpisah, Komandan Paspampres Marsda Wahyu Hidayat menyampaikan pihaknya kini tengah mengecek kebenaran kabar tersebut.

“Masih kami dalami,” katanya. [Fajar]

Komentar Pembaca