Kadishub Sultra Muhammad Rajulan Pastikan Pelaku Pemerkosaan di Butur Bukan Pegawainya

342
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM,- Pelaku pemerkosaan di Buton Utara berinisial LO (30) yang ditangkap Polsek Wakorumba  dipastikan bukan pegawai di Dinas Perhubungan

“Orang yang ditengarai melakukan perbuatan amoral itu tidak ada namanya di Dishub Sultra, baik sebagai pegawai definitif maupun pegawai honorer. Dia hanya biasa datang nongkrong di pelabuhan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara Muhammad Rajulan kepada Kendariekspres.com, Rabu (2/11/2022).

Rajulan menyebut, pelaku pemerkosaan tersebut tidak pernah terdaftar sebagai tenaga klining service di Dinas Perhubungan Sulawesi Utara.

-IKLAN-

“Bisa di cek di absen,” katanya singkat.

Berbeda dengan penyampaian Kanit Reskrim Polsek Wakorumba Aipda Halik Mawardi. Dia mengatakan, identitas pelaku pemerkosaan siswa SMK yang PKL tersebut. Pelaku berinisial LO yang merupakan pegawai honorer di Dishub Sultra.

“(Pelaku) sebagai tenaga honorer Dinas Perhubungan tingkat I Sultra,” kata Halik Mawardi.

Menurut Halik pelaku bekerja sebagai pegawai honorer sejak 2017 hingga 2020. Namun kembali ditugaskan di wilayah Pelabuhan Ferry Labuan pada tahun 2022.

“Pernah masuk kerja tahun 2017 tapi berhenti tahun 2020, kemudian bulan Februari 2022 masuk kembali bekerja sampai dengan sekarang,” urainya.

Dilansir dari Detik.com, Berikut ini  fakta oknum honorer Dishub perkosa siswa PKL di Sultra:

1. Modus Ajak Ambil Makan
Kanit Reskrim Polsek Wakorumba Aipda Halik Mawardi mengungkap modus pelaku LO memperkosa korbannya. Pelaku melancarkan aksinya dengan modus mengajak korban untuk ambil makanan di rumah LO.

Halik menjelaskan perbuatan asusila pelaku dilakukan di Kecamatan Wakorumba Utara, pada Sabtu (17/9) sekitar 21.30 Wita. Aksi itu dilakukan di sebuah kebun.

“Iya ajakan pergi untuk ambil makanan,” tutur Halik.

Pelaku LO bertemu dengan korban di lokasi PKL-nya di kawasan Pelabuhan Fery Labuan. Saat itu korban yang tak tahu niat jahat tersebut menuruti panggilan pelaku LO hingga dibonceng menggunakan sepeda motor.

“Ikut lah si korban ini. Setelah tiba di rumahnya ambil makanan menuju pulang,” tutur Halik.

2. Diperkosa hingga 3 Kali
Dalam perjalanan pulang, pelaku singgah di tengah jalan dengan dalih buang hajat. Namun LO justru melancarkan aksi bejatnya dengan mengancam hingga memperkosa korban di sebuah kebun yang suasananya sepi dan gelap gulita.

“Dia (pelaku) sempat mengancam mencekik leher korban, mengancam supaya jangan beritahukan siapa-siapa kalau tidak mau melayani dia akan dibunuh. Habis itu diancam kalau tidak mau layani, saya tinggalkan kamu di sini,” tambah Halik.

Halik menyebut aksi pemerkosaan kepada korban secara berulang kali. Menurut pengakuan korban, LO memperkosa WA tiga kali.

“Persetubuhan terhadap korban tiga kali berturut-turut. Habis berbuat istirahat, berbuat lagi istirahat, sampai tiga kali menurut korban,” ungkapnya.

3. Orang Tua Korban Lapor Polisi
Atas perbuatan tersebut, korban mengadu ke orang tuanya hingga akhirnya melaporkan LO kepada polisi. LO dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Jadi pasal yang kita sangkakan ini Pasal 81 ayat (1) tentang Persetubuhan Anak di bawah Umur, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” jelas Halik.

Pelaku kini sudah ditahan. Sejumlah barang bukti berupa pakaian pelaku yang digunakan saat memperkosa korban turut disita. (red/detik)


Komentar Pembaca