FORTAM Sultra Sebut Dua Oknum Polisi di Polda Sultra Jalankan Bisnis Kotor di PT.VDNI dan PT.OSS

916

Dari penelusuran Kendariekspres.com, kedua oknum polisi Polda Sultra yang berinisial KSB dan MST tersebut masing-masing merupakan anggota Propam dan Dit PAM OBVIT Polda Sultra


KENDARIEKSPRES.COM
,  – PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS), adalah perusahaan asal China yang bergerak di bidang smelter nikel yang terletak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kehadiran perusahaan asal China tersebut banyak menimbulkan polemik, mulai dari dugaan pencucian uang (Money Loundry), dugaan praktek penerimaan karyawan hingga dugaan permainan premanisme.

Ketua Forum Lingkar Tambang (Fortam), Habrianto menyebutkan bahwa dugaan tersebut melibatkan atau diduga dilakukan oleh dua oknum anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sultra inisial “KSB dan MST”.

“Dugaan bisnis pencucian uang tersebut bukan hanya satu bisnis, mulai dari menjadi suplayer pasir cuci dan berbagai macam bisnis lainnya yang mereka lakukan didalam perusahaan PT. VDNI dan PT. OSS, sehingga menurut kami sangat merugikan beberapa pengusaha lokal dan masyarakat setempat,” ungkap Habri dalam keterangan persnya pada media ini, Minggu (18/12/22). 

Ia juga menambahkan, selain dugaan bisnis pencucian uang mereka juga diduga melakukan praktek penerimaan karyawan yang sudah sejak lama di jadikan rutinitas setiap saat tanpa batasan waktu dalam pendaftaran calon karyawan di PT. VDNI dan PT. OSS.

“Setau kami bukan hanya dugaan bisnis pencucian uang (Money Loundry), mereka juga diduga telah melakukan praktek penerimaan karyawan sudah sejak lama dengan cara memakai nama orang lain yang menjadi calo,” terangnya.

Tambahnya, Selain itu, mereka juga menjadi otak dalam permainan premanisme baik dalam internal maupun external perusahaan PT. VDNI dan PT. OSS sehingga adanya keributan di perusahaan smelter tersebut dan merekapun yang membekingnya, ini semacam permainan mafia. 

Atas dasar itu, pihaknya menyampaikan akan segera melaporkan kasus tersebut ke Divisi Profesi dan Pengamanan (PROPAM) Mabes Polri agar segera memeriksa kedua oknum Polda Sultra berinisial “KSB dan MST”

“Hal ini telah berlangsung lama, mereka (oknum Polda Sultra) itu telah merugikan pihak pihak terkait dan ini tidak bisa dibiarkan berlarut, untuk itu kami akan sesegera mungkin melaporkan dugaan kasus tersebut ke Div. PROPAM Mabes Polri,” tegas Habri aktivis nasional asal Konawe. 

Dari penelusuran Kendariekspres.com, kedua oknum polisi Polda Sultra yang berinisial KSB dan MST tersebut masing-masing merupakan anggota Propam dan Dit PAM OBVIT Polda Sultra. (Red)

Komentar Pembaca