Kapolres Konawe Utara AKBP Priyo Utomo Belanja Masalah Warga Desa Laroonaha Lewat Jumat Curhat

35

KENDARI EKSPRES, – Untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala di Desa Laroonaha Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara, Kapolres AKBP Priyo Utomo, S.H., S.I.K melaksanakan ‘Jumat Curhat’ belanja masalah warga di Desa Laroonaha Kecamatan Oheo,Kabupaten Konawe Utara, Jumat (24/02/2023) pagi.

Jumat Curhat Polres Konawe Utara yang dipimpin Kapolres AKBP Priyo Utomo, S.H., S.I.K, itu dihadiri Pejabat Utama Polres dan tamu undangan di Desa Laroonaha, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara.

AKBP Priyo Utomo mengawali arahannya, ia memperkenalkan diri serta membagikan pengalaman dalam tugas kemudian menghimbau warga bersama-sama menjaga Keamanan dan Ketertiban masyarakat karena dengan dukungan warga dalam menciptakan situasi yang Kondusif.

Ia juga menyampaikan bahwa dengan dukungan yang diberikan oleh warga, maka tugas yang diemban oleh aparat keamanan dapat terselesaikan dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lokal serta menyarankan warga untuk selalu aktif dalam membantu aparat keamanan untuk menjaga Kamtibmas di Bumi Oheo.

Lanjut mantan Kasubdit Tipidter Polda Sultra itu menyampaikan, bahwa Polres akan terus memberikan pengamanan yang optimal untuk masyarakat, serta mendorong pengembangan potensi desa melalui berbagai program yang difasilitasi oleh Polres. 

Dalam sesi tanya jawab, salah satu Tokoh Masyarakat, Nenong Latorumo, mengungkapkan banyaknya pencurian dengan membobol kios bahkan mencuri isi Kotak Masjid di desa itu.

Menanggapi curhatan Nenong, Kapolres mengingatkan kepala Desa untuk mengaktifkan Pos Kamling dan warga yang belum memiliki pekerjaan kemudian memerintahkan Kasat Samapta untuk melaksanakan Patroli pada jam rawan untuk memastikan kondisi aman dan kondusif.

“Kasat Samapta harus melakukan patroli pada jam rawan untuk memastikan kondisi aman dan kondusif. Selain itu, melakukan berbagai tindakan seperti melakukan dialog dan koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi pemuda, dan lainnya untuk mendiskusikan cara-cara terbaik untuk mengaktifkan Pos Kamling. Olehnya itu,Kepala Desa harus mengaktifkan Pos Kamling dan melibatkan warga yang belum memiliki pekerjaan.,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, beberapa permasalahan yang disampaikan warga antara lain pelecehan anak, dan narkotika. (red)

Komentar Pembaca