Pj Bupati Bombana: ke AS Bukan Berlibur Tetapi Misi Produk dan Budaya

55

KENDARI – Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Burhanuddin angkat bicara terkait video viral pelesiran ke Amerika Serikat (AS) hingga gaya hidup hedonis.

Menurutnya, kunjungan dirinya ke Negeri Paman Sam tersebut merupakan perjalanan dinas Pemerintah dan Dekranasda Bombana untuk mengenalkan lebih luas kekayaan produk olahan kain tenunan khas Bombana ke dunia internasional.

“Kunjungan ke AS itu adalah perjalanan dinas dengan misi produk dan budaya Kabupaten Bombana, untuk pengembangan dan pemasaran produk lokal yang makin diminati di luar negeri,” ujar Burhanuddin melalui video yang diterima media ini.

Kunjungan itu juga merupakan permohonan dari Indonesian Fashion and Art Festival (IFAF) yang menjadi event partner New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) dengan menggelar fashion show di Amerika.

“Saya melihat ada kesalah pahaman kalau dianggap pelesiran ke Amerika, saya mendapat undangan resmi dari Kedutaan Besar Amerika bersama beberapa Kabupaten bahkan Provinsi di Indonesia untuk menghadiri pameran hasil tenunan daerah masing-masing,” ucap mantan Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara itu.

Selain kunjungan ke Amerika, video viral itu juga memperlihatkan kehidupan Pj Bupati Bombana dan istrinya, Fatmawati Kasim Marewa yang kerap memamerkan barang branded seperti merek Prada Milano, Saint Laurent, Gucci hingga Dior.

Lanjut Burhanuddin yang juga merupakan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Prkvinsi Sultra itu menyebut bahwa tas, sepatu, dan segala macam yang bermerek itu adalah palsu atau barang Kw.

“Semua barang-barang yang disebut mahal seperti tas dan sepatu itu dibeli di Mall Mangga Dua dengan harga Rp 1,5 sampai 2,5 juta,” tutupnya.

Di tempat terpisah, hal yang sama juga diungkapkan Tenaga Ahli Bupati Bidang Hukum Kabupaten Bombana, Muksir. Kata dia, kunjungan Pj Bupati ke AS bukan kegiatan pelesiran ataupun berlibur.

“Kegiatan itu adalah amanah Undang-undang dan juga karena ada undangan dari lembaga fashion yang tidak bisa ditolak pak Bupati, kegiatan itu dalam rangka memasarkan produk lokal Bombana yang selama ini sudah digagas di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC),” ungkap Muksir saat menggelar konferensi pers di salah satu rumah makan di Kota Kendari.

Terkait pemberitaan yang seolah-olah memamerkan harta kekayaan atau bergaya hedonis, Muksir bilang itu tidak benar. Sebab, istri Pj Bupati konteksnya adalah lebih kepada fashion bukan untuk memamerkan harta tetapi dia sedang memperagakan bentuk-bentuk prodak daerah sehingga sebisa mungkin dapat diminati oleh masyarakat banyak.

“Jadi pemberitaan itu tidak benar, dan karena pemberitaan tersebut mengganggu martabat Pj Bupati Bombana dan istri, mungkin dalam jangka waktu kita akan melakukan upaya-upaya hukum yang bisa menetralkan suasana,” pungkasnya.

Sumber: Konasara News

Komentar Pembaca