Ketua KADIN Sultra Anton Timbang Mendorong Pemda Beralih Menggunakan Aspal Buton

125

KENDARIEKSPRES, – Indonesia memiliki sumber aspal alam yang cukup berlimpah, yaitu aspal alami yang ditemukan di pulau Buton, atau sering disingkat sebagai aspal Buton atau Asbuton.

Asbuton merupakan salah satu aset sumber daya alam asli di Indonesia dan dapat ditemukan di pulau Buton, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Indonesia sangat beruntung karena tidak semua negara memiliki aspal alam.

Selain Indonesia, hanya beberapa negara di dunia yang memiliki sumber daya aspal alami, diantaranya Amerika (United States), Kanada, Venezuela, Albania, Italia, Rusia, China, Madaskar, Nigeria, Zaire, dan Filipina.

Berangkat dari itu,  Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia  (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara Anton Timbang, baru-baru ini menyatakan pasokan aspal Buton masih tersedia selama 360 tahun. 

Dia merekomendasikan penggunaan aspal Buton untuk pembangunan jalan di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. “Saya mengajak pemerintah daerah untuk menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai contoh penggunaan aspal Buton untuk pembangunan jalan,” ujar Anton Timbang. 

Ketua Satgas Percepatan Investasi Wilayah Sulawesi itu menambahkan, baru-baru ini Presiden Jokowi berkunjung ke Pulau Buton dan meninjau aspal. Dari hasil kunjungannya tersebut, Presiden Jokowi menyatakan pada tahun 2024 tidak ada lagi ekspor aspal minyak mentah. 

“Saya mohon bantuan dan dukungan pemerintah agar saya bisa mempresentasikan kepada masyarakat bahwa aspal Buton sangat potensial untuk pembangunan Sultra,”. ucap Anton.

Untuk diketahui, Aspal buton adalah aspal alam yang terdapat di dalam tanah dan dapat dikatakan sebagai mineral mentah, sehingga untuk pemanfaatannya harus diolah telebih dahulu.

Sedangkan aspal minyak adalah hasil turunan dari minyak bumi. Aspal buton bisa berfungsi sebagai subsitusi (pengganti) atau komplementer (pelengkap) dari aspal minyak.

Aspal buton bisa sebagai pengganti sepenuhnya aspal minyak untuk metode aplikasi lapen (Lapis Penetrasi) untuk jalan kolektor, jalan kabupaten/kota atau jalan lingkungan. Sedangkan sebagai fungsi komplementer (pelengkap) adalah pada metode aplikasi hotmix atau coldmix.

Pada metode aplikasi hotmix, aspal buton diolah sebagai bahan tambah/modified. Hal ini bisa mengurangi penggunaan aspal minyak hingga 75%. Lokasi Aspal Buton terletak di Pulau Buton yaitu Waisiu, Kabungka, Winto, Wariti, Lawele dan Epe.

Produksi aspal di Buton hanya 58 ribu ton per tahun, tiga persen dari kapasitas. Buton menyimpan deposit aspal alam terbesar di dunia. Presiden Jokowi pun memberi aba-aba menyetop impor aspal.

Indah kabar dari rupa. Begitulah gambaran tentang aspal Pulau Buton (Asbuton). Hal ihwal bahwa Pulau Buton memiliki deposit aspal yang sangat besar, yang sangat berguna untuk pembangunan negeri, sudah diajarkan kepada anak-anak SD–SMP dan yang sederajat, dalam pelajaran geografi.

Namun belakangan, industri penambangan dan pengolahan aspal di Buton sepi dan Indonesia kebanjiran oleh aspal impor. Situasi ironis itu ditangkap Presien Joko Widodo, yang melakukan kunjungan ke Buton, pulau seluas 4.727 km2, yang dipisahkan laut  selebar 10 km dari semenanjung Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pulau Buton diketahui masih menyimpan deposit aspal alam 662 juta ton, terbesar di dunia, yang bahkan merupakan 80 persen cadangan aspal alam dunia. Meski pun demikian, pemanfaatannya masih rendah. Selama seabad, sejak deposit aspal itu ditemukan di awal 1920-an, penggunaannya sebagai aspal olahan belum sampai 5 juta ton. Produksi  terbesar terjadi pada 1987-an, yakni 350 ribu ton per tahun, dan 1993-1994 sebesar 200 ribu ton. Setelah itu drop.

Padahal di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur, kebutuhan aspal nasional bisa mencapai 4 sampai 5 juta ton per tahun. Ada kebutuhan menambah jalan raya baru, selain merawat 398 ribu km jalan negara yang ada. Cadangan aspal Buton yang 662 juta ton itu setara dengan 340 juta ton aspal olahan. (IKHSAN)

 .

Komentar Pembaca