Dugaan Pernikahan Adat Casis Polri, Polda Sultra: Jika Terbukti, Akan Diambil Tindakan Tegas

28

KENDARI, – Berita mengenai dugaan pernikahan adat oleh seorang Calon Siswa (Casis) Polri, Gusti Putra Darma, tengah mengguncang dunia kepolisian.

Kasus ini menjadi sorotan utama setelah pengumuman bahwa Gusti Putra Darma, yang berasal dari Polres Konawe, telah dinyatakan lulus dan terpilih untuk mengikuti Diktukba gelombang 1 tahun 2024.

Namun, sorotan tajam kini tertuju pada latar belakang pernikahan adat yang baru terkuak setelah lulusnya Gusti Putra Darma.
Media online ‘Gema Sultra’ mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Casis Gusti telah melangsungkan pernikahan adat dengan seorang wanita di wilayah Konawe.

Kabar ini segera memicu kontroversi, karena aturan seleksi Polri yang mengharuskan calon anggota memiliki status lajang dan belum pernah menikah. Meski secara hukum pernikahan adat tidak dianggap sah secara resmi, namun pertanyaan etika dan integritas Casis dalam menjalani proses seleksi pun muncul.

Menghadapi berita ini, Pengawas Daerah Kepolisian (Panda) Polda Sultra melalui Bidang Pengawasan Profesionalisme dan Pengamanan (Bidpropam) langsung melakukan penyelidikan mendalam.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bukti kuat bahwa Casis Gusti memang telah melangsungkan upacara pernikahan adat dengan seorang wanita di wilayah Konawe, meskipun secara hukum belum tercatat sebagai pernikahan sah. Apabila hasil ini terbukti benar, konsekuensi yang dihadapi oleh Gusti Putra Darma akan sangat serius.

Karo SDM Polda Sultra Kombes Pol Danang Beny, melalui Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan, mengungkapkan, “Kami menganggap temuan penyelidikan ini sangat serius dan mengindikasikan pelanggaran etika serta integritas yang sangat serius dalam proses seleksi Casis. Jika terbukti benar, kami akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.” tegas Ferry.

Sebelumnya diberitakan, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi mengumumkan kelulusan 596 peserta Seleksi Calon Siswa (Casis) Bintara Polri tahun 2024. Pengumuman ini disampaikan oleh Kepala Biro SDM Polda Sultra, Kombes Pol Danang Beny Kuspriandono, di ruang Aula Dhacara pada malam Rabu (19/7/2023).

Seleksi yang ketat telah menyaring dua gelombang calon siswa, dengan 275 peserta lulus pada gelombang pertama dan 294 peserta pada gelombang kedua. Dari total calon siswa yang dinyatakan lulus, terdiri dari 483 pria dan 30 wanita, menunjukkan partisipasi perempuan dalam upaya memperkuat keamanan negara.

Proses seleksi anggota Polri di Polda Sultra dilakukan dengan prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Hal ini menjadi dasar untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian, dengan menegaskan integritas dan profesionalisme anggota Polri.

Ratusan calon siswa yang telah dinyatakan lulus akan mengikuti pendidikan selama kurang lebih lima bulan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sultra, Anggotoa, Kabupaten Konawe. Pendidikan ini akan membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan untuk menjadi anggota Polri yang profesional dan berdedikasi.

Polda Sultra juga menunjukkan komitmen untuk memberikan kesempatan kedua bagi peserta yang tidak lulus dalam seleksi pertama. Ada 200 peserta yang mendapat penawaran untuk mengikuti seleksi Tantama 2024 di Brimob maupun Polair. Meskipun demikian, keputusan akhir akan tetap mengacu pada keputusan Kapolri untuk menjaga standar kualitas dan profesionalisme kepolisian.

Dengan keberhasilan seleksi calon siswa Bintara Polri yang ketat ini, diharapkan Polri semakin diperkuat oleh generasi muda yang berkualitas, berdedikasi, dan berintegritas tinggi. Polda Sultra berkomitmen untuk terus mendukung momen rekrutmen Polri agar selalu mengikuti prinsip BETAH, sehingga Polri tetap menjadi penjaga keamanan dan pelayan masyarakat yang terpercaya dan dihormati. Selamat kepada para calon siswa yang lulus, semoga berhasil dalam perjalanan karier mereka di lingkungan Polri. (red)

Komentar Pembaca