Kredensial Tuntas, RS Jantung Oputa Yi Koo Segera Layani Peserta BPJS
Kendari
KENDARI – Rumah Sakit Jantung Daerah (RSJPD) Oputa Yi Koo Kendari selangkah lebih dekat dalam menyediakan layanan jantung komprehensif, termasuk Kateterisasi Jantung dan Angiografi (Cathlab), bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kepastian ini didapat setelah kunjungan kredensial oleh tim BPJS Kesehatan yang menyatakan kesiapan rumah sakit tersebut telah memenuhi semua persyaratan.
Asisten Deputi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Makassar, Andi Rismaniswati Syaiful, memastikan lampu hijau tersebut. “Alhamdulillah, pada dasarnya semua syarat sudah terpenuhi untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ujar Andi Rismaniswati di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Senin, 13 Oktober 2025.
Kunjungan kredensial yang dipimpin oleh Andi Rismaniswati ini fokus meninjau kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana yang krusial untuk layanan Cathlab. Dengan konfirmasi ini, kerja sama antara RSJPD Oputa Yi Koo dan BPJS Kesehatan diharapkan segera terealisasi, menjamin layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Direktur RSJPD Oputa Yi Koo, dr. Sukirman, Sp.PA, MARS, M.Kes, menegaskan bahwa kesiapan ini bukan hanya pemenuhan syarat semata, melainkan bagian dari visi pengembangan layanan kesehatan yang lebih luas. “Kami memiliki rencana pengembangan layanan canggih lain, atau adakah rencana untuk meningkatkan kapasitas layanan Cathlab menjadi layanan subspesialis yang lebih kompleks di masa depan,” kata dr. Sukirman.
Saat ini, RSJPD Oputa Yi Koo tidak hanya fokus pada penyakit jantung. Rumah sakit ini juga siap melayani berbagai penyakit kompleks lain, di antaranya Bedah Saraf, Penyakit Dalam, Penyakit Urologi, dan layanan Neuro (Saraf) seperti penanganan stroke.
Mengingat Sulawesi Tenggara adalah wilayah kepulauan yang luas, RSJPD Oputa Yi Koo juga memprioritaskan aksesibilitas pasien dari pulau-pulau terpencil yang membutuhkan layanan Cathlab yang terpusat di Kendari.
Untuk mengatasi hambatan geografis, RSJPD Oputa Yi Koo telah berkoordinasi dengan program ‘Layanan Ambulans Darat dan Laut Gratis’ milik pemerintah provinsi. Langkah ini krusial untuk memastikan pasien di pulau terpencil dapat mengakses layanan intervensi jantung secara cepat.
“Kami sudah membuat jaringan rujukan dengan RSU yang lain, baik swasta maupun RSUD,” jelas dr. Sukirman. Ia menambahkan, “Bila ada kasus jantung yang membutuhkan tindakan intervensi, maka yang menjadi pusat rujukan utama adalah RSJ Oputa sesuai Permenkes,” mempertegas posisi rumah sakitnya sebagai pusat rujukan utama penanganan intervensi jantung di Sulawesi Tenggara.
Dengan terpenuhinya semua persyaratan dan adanya komitmen terhadap peningkatan layanan serta aksesibilitas, sinergi antara RSJPD Oputa Yi Koo dan BPJS Kesehatan diprediksi akan menjadi tonggak penting dalam peningkatan jaminan layanan kesehatan di provinsi tersebut. (red)