LBH FAPRI Sultra Bersuara Keras: Provokasi dan Informasi Palsu di Kasus Melan Salon Adalah Upaya Jahat Merusak Iklim Usaha!
MOROSI, – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Advokat dan Pengacara Republik Indonesia (FAPRI) Sultra memberikan respons tajam terkait isu kekecewaan pelanggan Melan Salon yang meluas di media sosial, khususnya narasi tentang “rambut rusak”.
FAPRI Sultra dengan tegas menyatakan bahwa penyebaran informasi palsu tersebut bukan sekadar keluhan, melainkan upaya jahat yang sistematis untuk merusak reputasi dan iklim usaha.
Ketua LBH FAPRI Sultra, Didit Hariadi SH., CMCL, menegaskan kesiapan pihaknya untuk memberikan advokasi dan pendampingan hukum penuh kepada Melan Salon.
“Kami melihat ada indikasi kuat narasi yang beredar telah diputarbalikkan oleh oknum tertentu. Dari sekadar miskomunikasi dan warna rambut tidak rata, masalah ini sengaja digoreng menjadi narasi ‘rambut rusak’ demi menjatuhkan kredibilitas Melan Salon,” tegas Didit Hariadi, Selasa (14/10/2025).
Didit menjelaskan, peran FAPRI Sultra dalam kasus ini adalah sebagai bentuk perlindungan terhadap pelaku usaha dari serangan informasi yang tidak benar atau pencemaran nama baik, khususnya di ranah digital. Pihaknya tak akan tinggal diam melihat potensi fitnah yang merugikan.
“Tindakan provokasi dan penyebaran informasi palsu semacam itu merupakan upaya jahat yang mencederai iklim usaha dan bertujuan menjatuhkan Melan Salon. Kami siap pasang badan dan membawa masalah ini ke ranah hukum jika diperlukan,” jelas Didit.
Menurut Didit, Melan Salon telah menunjukkan komitmen profesional dengan mengakui adanya miskomunikasi dan menyatakan kesiapan untuk memperbaiki, termasuk mengakomodasi permintaan klien untuk menggelapkan kembali warna rambutnya.
Di tempat yang sama, Owner Melan Salon, Syaidul Bachry, mengamini pernyataan dari FAPRI Sultra. Ia membantah keras klaim kerusakan struktural pada rambut klien, menegaskan bahwa keluhan yang muncul murni soal ketidakrataan warna akibat keputusan klien sendiri menghentikan proses bleaching di sesi pertama.
“Kami berterima kasih atas dukungan FAPRI Sultra. Ini membuktikan bahwa kami serius dalam mempertahankan nama baik dan melawan oknum-oknum yang sengaja menggoreng fakta untuk kepentingan pribadi. Kami tidak akan gentar menghadapi pihak manapun,” tutup Syaidul Bachry, sembari mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu negatif yang beredar. (red)