SIRIDA Memangkas Jalur Tikus Retribusi Kendari

Bank Sultra
17
Listen to this article

KENDARI – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Pemerintah Kota Kendari resmi meluncurkan Sistem Informasi Retribusi Daerah (SIRIDA), sebuah aplikasi web-based yang bertujuan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi. Inovasi ini diharapkan mampu memangkas “jalur tikus” kebocoran retribusi yang selama ini menggerogoti penerimaan daerah.

SIRIDA diserahkan langsung oleh Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, kepada Wali Kota Kendari, Dr. Hj. Siska Karina Imran, di Gedung Bank Indonesia Sultra, Selasa.

Andri Permana menekankan, SIRIDA dikembangkan sebagai respons atas kebutuhan Pemkot Kendari akan sistem pemungutan yang efisien, transparan, dan akuntabel. “SIRIDA menjamin proses pemungutan hingga pelaporan bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Ini langkah untuk menjadikan retribusi lebih clean,” ujar Andri.

Wali Kota Siska Imran menyambut optimistis aplikasi ini. Ia menyebut, digitalisasi adalah kunci untuk meningkatkan kepatuhan wajib retribusi sekaligus menciptakan akuntabilitas fiskal yang lebih baik.

“Kita tidak bisa lagi bergantung pada sistem manual. SIRIDA ini ibarat ‘mata’ baru yang memastikan setiap rupiah retribusi masuk ke kas daerah. Ini upaya serius kami untuk menata pelayanan publik, termasuk sektor parkir,” kata Siska.

Bersamaan dengan peluncuran sistem ini, dilakukan penyerahan rompi parkir secara simbolis kepada juru parkir dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SIRIDA bagi admin kelurahan dan kecamatan. Langkah ini memastikan bahwa infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia daerah siap mengoperasikan sistem online tersebut secara optimal.

SIRIDA merupakan produk Tim Pengembangan Bank Sultra, yang fokus pada kemudahan fitur online untuk pelaporan dan pemungutan. Dengan sistem ini, Kendari menargetkan optimalisasi PAD, sekaligus menegaskan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Komentar Pembaca