Tuntas 15 Menit, Pemasangan Ring Jantung Perdana Pasca-MoU BPJS, Bukti Kecepatan Layanan RSJPDO Opuuta Yi Koo
KENDARI, KOMPAS – Sebuah era baru dalam penanganan penyakit jantung koroner bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia Timur resmi dibuka.
Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah (RSJPDO) Oputa Yi Koo Kendari telah melaksanakan serangkaian tindakan pemasangan ring jantung (Percutaneous Coronary Intervention/PCI) perdana pasca penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan BPJS Kesehatan, membuktikan kecepatan layanan yang prima.
Momen bersejarah ini menandai akses penuh bagi peserta JKN terhadap layanan jantung intervensi canggih yang didukung SDM terlatih dan peralatan modern. Dalam gelombang pertama layanan ini, empat pasien telah dijadwalkan menerima tindakan.
Kecepatan layanan RSJPDO menjadi sorotan utama. Tindakan pemasangan ring jantung yang dipimpin oleh spesialis kardiologi intervensi, dr. H. Sjarif Subiyakto, Sp.JP(K) FIHA, menunjukkan efisiensi tinggi.
Dr. Sjarif menjelaskan, berkat kesiapan tim dan teknologi Cathlab canggih, prosedur pemasangan ring jantung itu sendiri hanya memerlukan waktu yang relatif singkat, yakni sekitar 5 hingga 15 menit saja, setelah proses persiapan pasien selesai.
“Ya alhamdulillah ya, kita rumah sakit jantung darah ini sejak 2020 kita sudah mengirim tenaga selain dokter juga perawat. Perawat ini adalah perawat-perawat yang sudah terlatih, dan memiliki kompetensi lanjut,” kata dr. Sjarif, menekankan bahwa keahlian tim merupakan kunci di balik kecepatan tindakan yang mampu meminimalisir risiko komplikasi.
Keberhasilan tindakan perdana ini disaksikan oleh pasien dari berbagai wilayah, mengukuhkan status RSJPDO sebagai pusat rujukan regional. Pasien yang mendapat penanganan antara lain: Lukman (60) dari Kota Palopo, Sulawesi Selatan; Niko Puluhulawa (80) dari Gorontalo; dan Rosihan (68), warga lokal dari Konawe.
Lukman (60) menyampaikan rasa syukurnya atas kemudahan akses dan kualitas pelayanan yang didukung BPJS. “Saya sangat terbantu dengan pelayanan dan tindakan di RSJPDO. Sebelum ini kami bingung harus ke mana, tapi kini kami mendapatkan penanganan ring jantung tanpa harus khawatir biaya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Perawat dan dokter sangat responsif dengan pasien. Mereka menjelaskan prosedur dengan sabar, ini membuat saya dan keluarga lebih tenang.”
Direktur Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPDO) Oputa Yi Koo, dr. H. Sukirman, M.Kes, MARS, Sp.PA., menegaskan bahwa tindakan perdana ini adalah wujud komitmen RSJPDO untuk mendukung program JKN.
“Kami memastikan bahwa tindakan pemasangan ring jantung, yang esensial bagi penyintas penyakit jantung koroner, berjalan cepat, aman, dan tanpa diskriminasi bagi seluruh peserta JKN,” jelas dr. Sukirman. (red)