UHO Gerakkan Pertanian Berkelanjutan di Muna Lewat Pupuk Organik Cair

71
Listen to this article

MUNA, – Para petani sayuran di Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, selama ini menghadapi persoalan tingginya biaya produksi akibat ketergantungan pada pupuk anorganik dan pestisida sintetik. Menanggapi kondisi ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Pertanian (FP) Universitas Halu Oleo (UHO) hadir memberikan solusi melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan memanfaatkan limbah pertanian.

Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada petani, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu mandiri dalam memproduksi pupuk berkualitas baik dan ramah lingkungan.

Tekan Biaya, Tingkatkan Kualitas Tanah

Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Ir. Teguh Wijayanto, M.Sc, menjelaskan bahwa survei awal timnya menunjukkan rendahnya popularitas penggunaan pupuk organik di Wapunto disebabkan oleh minimnya pengetahuan petani tentang pentingnya POC serta keterbatasan keterampilan dalam mengolah limbah pertanian.

“Tujuan utama kami adalah transfer pengetahuan dan keterampilan pembuatan pupuk organik cair, dengan memanfaatkan sumber daya alam berupa limbah pertanian, limbah sisa rumah tangga, dan/atau limbah pasar yang banyak tersedia di lingkungan masyarakat,” ujar Prof. Teguh, yang juga menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FP UHO.

Menurut Prof. Teguh, POC yang dihasilkan tidak hanya dapat menekan biaya operasional petani, tetapi juga memiliki manfaat krusial dalam memperbaiki kondisi tanah marginal di Wapunto. Perbaikan kondisi tanah ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman sayuran, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani.

Demonstrasi Langsung Pengolahan Limbah

Kegiatan PKM Internal yang didanai dari DIPA Fakultas Pertanian UHO TA 2025 ini dilaksanakan pada 09 November 2025 di Balai Kelurahan Wapunto dan dihadiri sekitar 13 peserta, utamanya anggota KWT dan aparat kelurahan.

Tim PKM yang beranggotakan Prof. Dr. Ir. Andi Khaeruni R., M.Sc., Prof. Dr. Sri Wahyuni, M.Si., Prof Dr. Ir. Muhidin, M.Si, dan Agustono Slamet, S.P., M.P., bermitra langsung dengan masyarakat setempat.

Anggota tim, Agustono Slamet, S.P., M.P., dibantu mahasiswa Diki Kurniawan, memimpin langsung demonstrasi pembuatan POC. Bahan utama yang digunakan adalah limbah pertanian/rumah tangga seperti sisa potongan sayuran, kulit buah, dan daun-daun kering. Bahan-bahan ini dicampur dengan air sisa cucian beras, gula merah, dan EM-4, kemudian diolah melalui proses fermentasi tertutup selama kurang lebih 12 hari hingga siap digunakan.

Selain pelatihan POC, peserta juga menerima materi tambahan, di antaranya pembuatan pestisida nabati dari akar bambu yang disampaikan oleh Prof. Andi Khaeruni, dan pentingnya pemanfaatan sumber daya/kearifan lokal dalam budidaya tanaman oleh Prof. Muhidin.

Antusiasme peserta sangat tinggi. “Masyarakat beserta aparat desa yang ikut dalam kegiatan ini sangat antusias dan secara serius mengikuti setiap tahapan kegiatan. Kami sangat berharap petani, khususnya kelompok wanita tani, mampu memproduksi pupuk cair yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Ketua Kelompok Wanita Tani Kelurahan Wapunto.

Prof. Teguh berharap kegiatan ini akan terus berlanjut. Tim FP-UHO berkomitmen melakukan pendampingan secara berkala agar produk pertanian di Wapunto menjadi sehat, aman dikonsumsi karena bebas bahan kimia, dan siap dipasarkan, sehingga kesejahteraan petani dapat terangkat. (red)

Komentar Pembaca