Dorong QRIS ‘CeMuMuAH’, Bank Sultra Tawarkan Cashback di Ramadan Sultra Fest 2026

9
Listen to this article

KENDARI, — Bank Sultra berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) resmi membuka perhelatan Ramadan Sultra Fest 2026 di Lapangan Eks MTQ Kendari, Sabtu (21/2/2026).

Festival yang menjadi inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ini dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di Bumi Anoa.

Acara dimulai dengan prosesi soft opening yang diwarnai aksi sosial berupa penyerahan santunan kepada 30 santri Tahfidz Quran oleh Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, didampingi Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi.

Pemberdayaan UMKM dan Edukasi Digital

Selama 23 hari ke depan hingga 15 Maret 2026, kawasan Eks MTQ akan menjadi pusat perputaran ekonomi bagi lebih dari 30 pelaku UMKM binaan. Bazar kuliner takjil menjadi daya tarik utama bagi warga untuk menghabiskan waktu menanti berbuka puasa (ngabuburit).

Guna mendorong inklusi keuangan, Bank Sultra memberikan stimulus berupa cashback bagi pengunjung yang bertransaksi menggunakan QRIS. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana, menegaskan bahwa momentum ini merupakan arahan langsung Gubernur Sultra agar Bank Sultra hadir lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami memanfaatkan festival ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai transaksi non-tunai yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CeMuMuAH). Ini adalah misi strategis untuk memperkuat ekosistem digital di Sulawesi Tenggara,” jelas Andri.

Layanan Terintegrasi Bank Indonesia

Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menyambut baik kolaborasi ini sebagai sarana sosialisasi QRIS secara masif. Selain aspek pembayaran, BI juga menyediakan fasilitas Pojok Waqaf, Pojok Halal, hingga layanan penukaran uang tunai layak edar untuk kebutuhan menjelang Idulfitri.

Ramadan Sultra Fest 2026 juga dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan gaya hidup dan religi, seperti Ramadan Fun Run, creative workshop, serta aneka lomba mulai dari peragaan busana muslim hingga lomba azan. Kehadiran festival ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif di tengah suasana bulan suci. (RED)

Komentar Pembaca