EO PT Argo Pesona Indonesia dan Panitia Kompak: Anggaran STQH Kendari Rp 24 Miliar Nol untuk Publikasi

Presiden Prabowo Subianto
229
Listen to this article

Kendari, – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap menjadi tuan rumah perhelatan akbar Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 tahun 2025.

Agenda nasional ini dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 11 Oktober 2025 di Kota Kendari.

Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, menyampaikan harapan besar agar Presiden Prabowo berkenan hadir.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan dan tidak berbenturan dengan kegiatan kenegaraan yang lebih penting. Namun, kita berharap Pak Presiden punya waktu,” kata Hugua, Selasa malam.

Penyelenggaraan STQH Nasional di Kendari menjadi sorotan tajam terkait alokasi dana yang mencapai Rp 24 Miliar.

Anggaran yang besar ini menimbulkan pertanyaan lantaran panitia memastikan tidak ada sepersen pun yang dialokasikan untuk kegiatan publikasi atau sosialisasi media.

Pelaksanaan teknis acara ini ditangani oleh Event Organizer (EO) PT. Argo Pesona Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) dan Advertising.

Saat dikonfirmasi awak media, pihak PT. Argo Pesona Indonesia menyatakan senada. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa sebagai EO pelaksana, mereka juga tidak menerima alokasi anggaran khusus untuk Publikasi dari panitia penyelenggara.

Berdasarkan data yang ada, dari total anggaran Rp 24 Miliar, sebesar Rp 8 Miliar di antaranya berada di bawah pengelolaan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sultra.

Ironi minimnya anggaran publikasi ini semakin mengemuka, mengingat pentingnya sosialisasi acara berskala nasional yang melibatkan ribuan peserta dan tamu VVIP.

Hingga berita ini diturunkan, Kendari Ekspres masih mencoba melakukan konfirmasi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, terkait ketiadaan anggaran publikasi tersebut. Namun, pihak Sekda Sultra belum memberikan tanggapan.

Di tengah isu anggaran, Wagub Hugua tetap menekankan substansi STQH sebagai momentum syiar Islam untuk membangun kerukunan.

“Lebih bagaimana Al Quran dan Hadits ini kita bumi kan, tidak hanya kita lombakan, dilantunkan, tapi bagaimana maknanya ini dihayati dan diimplementasikan untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sekda Asrun Lio sebelumnya mengungkapkan rangkaian kegiatan STQH akan berlangsung mulai 8 hingga 19 Oktober 2025, dengan total 3.282 orang peserta dan tamu.

Tujuh venue disiapkan, termasuk MTQ Kendari sebagai lokasi utama.

Jadwal puncak acara adalah pembukaan oleh Presiden Prabowo pada 11 Oktober, dan penutupan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 18 Oktober 2025. (red)

Komentar Pembaca