Konawe Tinggalkan Tunai, Bank Sultra Dorong Tata Kelola Keuangan Digital dengan KKPD
KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe secara resmi menancapkan komitmen menuju tata kelola keuangan digital. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, bersama Bupati Konawe, Yusran Akbar, di Ruang Kerja Bupati, Rabu (1/10/2025). Acara ini disaksikan oleh Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, serta unsur Forkopimda Konawe.
Andri Permana Diputra Abubakar menyebut MoU KKPD sebagai tonggak penting bagi Pemda Konawe. Ia menegaskan bahwa KKPD bukan sekadar kartu, melainkan instrumen yang mendorong modernisasi dan akuntabilitas.
“KKPD hadir untuk memberikan kemudahan, efisiensi, sekaligus mendukung program digitalisasi transaksi keuangan pemerintah daerah. Penggunaan instrumen nontunai ini secara otomatis mencatat setiap transaksi, yang sangat efektif untuk mengurangi potensi penyalahgunaan dana,” ujar Andri.
KKPD merupakan instrumen pembayaran berbasis kartu yang diterbitkan khusus untuk transaksi belanja pemerintah. Tujuan utamanya adalah memastikan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, serta mempercepat proses pembayaran belanja.
Pada hari yang sama, Bank Sultra juga menunjukkan kepedulian sosialnya di Konawe. Bank Sultra menyalurkan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) senilai Rp250 juta.
Bantuan CSR ini dialokasikan untuk pengadaan seragam dan tas sekolah bagi siswa-siswi kurang mampu di tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Konawe. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Kepala Bank Sultra Cabang Unaaha kepada Bupati Konawe pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati.
Langkah ini memperkuat peran ganda Bank Sultra, yakni sebagai motor penggerak transformasi fiskal daerah sekaligus lembaga yang aktif berpartisipasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan pendidikan.